Kesalahan Pengajaran berhitung di sekolah Dasar
Seorang anak berusia 5 - 6 tahun ketika ditanya 1 + 1 itu berapa atau 2 + 1 hasilnya berapa ?
Umumnya Meraka akan langsung menjawab 2 untuk 1 +
1 dan 3 untuk 2 + 1.
Tapi mengapa anak usia 10 tahun saat di tanya 9 + 7 atau 8 + 6, tidak mampu menjawab langsung pertanyaan tersebut.
Waktu 4 hingga 5 tahun adalah waktu yang tidak sebentar, jika hanya
mengajarkan penjumlahan dasar satu digit angka + satu digit angka.
Anak memiliki kemampuan memory untuk mengingat penjumlahan 1 + 1 dan 2 +
1 tapi mengapa sebagian besar anak tidak mampu mengingat 9 + 7 atau 8 +
6.
Apakah ada proses yang sulit sehingga anak tidak mampu menjawabnya ?
Apakah waktu 4 sampai 5 tahun masih kurang untuk mengajarkan penjumlahan tersebut ?
Apakah ada kesalahan dalam proses penyampaian dalam pengajarannya ?
Apakah metode pengajaran yang digunakan tidak tepat ?
Kemampuan anak dalam berhitung dasar sangat ditunjang oleh kemampuan
mengingat hasil dari penjumlahan dasar dalam menjumlah maupun
pengurangan hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Medical
university Los Angeles di tahun 2013 dimana kemampuan matematika dan
berhitung sangat erat hubungannya dengan bagian otak yang bernama
hippocampus, yaitu bagian otak yang berfungsi merubah memori jangka
pendek menjadi jangka panjang.
Berdasarkan penelitian tersebut
dapat disimpulkan bahwa untuk meningkatkan kemampuan anak dalam
berhitung harus dilatih memori peserta didik untuk dapat mengingat hasil
dari perhitungan dasar mencakup Penjumlahan maupun pengurangan.
Untuk itu perlu kita meninjau kembali bagaimana proses berhitung selama ini di sekolah dasar?
Saat ini dalam penjumlahan maupun pengurangan dikenal istilah Hitung maju untuk Penjumlahan dan hitung mundur untuk pengurangan
Untuk menjawab 9 + 7, maka 9 di mulut 7 di jari lalu hitung maju 10,
11, 12, 13, 14, 15, 16. Bilangan 16 adalah hasil dari penjumlahan
tersebut.
Dan untuk menjawab 12 - 9, maka 12 di mulut 9 di jari
lalu hitung mundur, 11, 10, 9, 8, 7, 6, 5, 4, 3, bilangan 3 adalah hasil
dari pengurangan tersebut
Cara berhitung tersebut jika ditinjau
kembali bukan sebagai bentuk untuk melatih ingatan anak dalam proses
berhitung dasar tapi lebih cenderung sebagai bentuk keterampilan
berhitung menggunakan jari, anak akan mampu mendapatkan hasil dari
perhitungan dengan membuktikan secara konkret melalui jari.
Pembuktian secara konkret bukanlah sebagai cara yang tepat agar anak
mencapai tingkat memori dalam berhitung atau di sebut kemampuan abstrak.
Anak umumnya tidak akan memiliki keyakinan akan hasil perhitungan
tersebut sebelum membuktikan secara langsung dengan berhitung secara
konkret.
Bisa dikatakan hal tersebutlah yang menyebabkan anak membutuhkan waktu yang lama dalam berhitung dasar.
Sudah sepantasnya sebagai guru untuk merubah cara dalam mengajarkan
berhitung. Karena dengan menggunakan Hitung maju dan hitung mundur akan
berdampak kurangnya kemampuan dan teknik mengingat dalam berhitung.
Beberapa metode coba di hadirkan sebagai solusi tersebut. Kita mengenal
beberapa bentuk metode pengajaran berhitung menggunakan jari dengan
mengajarkan simbol jari tangan dalam Berhitungnya. Sayangnya metode
tersebut memiliki simbol yang berbeda kesepakatannya dalam hal
menentukan jumlah. Lima jari berdiri bukan berarti 5 bisa jadi itu 9.
Perbedaan konsep antara orang tua pada akhirnya akan membuat gap antara
anak dan orangtua bahkan guru di sekolah karena memiliki konsep yang
berbeda.
Orang tua tidak bisa terlibat kembali di dalam proses
pembelajaran berhitung.
Sayangnya beberapa orangtua tidak menyadari hal tersebut
Jika kita kembalikan apakah metode itu tepat atau tidak dalam
mengajarkan berhitung. Selama anak masih menghitung dengan cara konkret
tentunya kemampuan abstrak tidak akan pernah tercapai. Anak masih
memerlukan pembuktian terus menerus dan parahnya simbol dalam berhitung
yang tidak universal akan memperlama anak mencapai kemampuan abstrak.
Anak akan belajar suatu simbol yang tidak universal untuk di ubah
kembali kedalam simbol berupa angka.
Sebagai solusinya tentunya
di perlukan suatu cara yang dapat melatih kemampuan berhitung yang dapat
melatih kemampuannya dalam mengingat.